Memiliki gigi goyang merupakan permasalahan umum yang dapat menyerang berbagai usia. Namun, bila terjadi pada orang dewasa, kondisi ini mampu menjadi indikasi bahwa kesehatan gigi memburuk sehingga Anda perlu menghindari faktor pemicunya. Untuk itu, mari kenali penyebab gigi goyang yang sudah Opal Dental rangkum di bawah ini.
Penyebab Gigi Goyang
1. Trauma pada Gigi
Ternyata, trauma pada gigi akibat benturan keras jadi penyebab gigi goyang yang sering disepelekan, lho! Soalnya, luka yang timbul pasca cedera atau kecelakaan cenderung luka tertutup dan terlihat baik-baik saja, sehingga kebanyakan orang menganggap tidak ada permasalahan serius pada tulang dan jaringan penyokong gigi. Maka dari itu, bila Anda mengalami cedera di sekitar mulut, segeralah periksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
2. Periodontitis
Sering kali, penyebab gigi goyang disebabkan oleh periodontitis atau infeksi pada gusi yang bermula dari penumpukan plak di gigi. Plak yang berasal dari sisa-makanan akan berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut dan mengeluarkan asam. Apabila dibiarkan, plak akan membentuk karang gigi yang dapat menyebabkan peradangan pada gusi di sekitar gigi dan membuat gigi mudah goyang.
3. Maloklusi
Pada dasarnya, maloklusi atau susunan gigi dan rahang yang tidak selaras merupakan hal yang umum terjadi. Namun, bila tidak dirapikan sesegera mungkin, salah satu bagian gigi dapat mengalami tekanan yang berlebih selama makan dan berbicara yang menyebabkan gigi jadi longgar. Untuk mengatasi risiko akibat gigi goyang, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter gigi untuk membantu proses penyembuhan.
4. Kekurangan Vitamin
Malas menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi vitamin? Waspadalah terhadap risiko peningkatan permasalahan gigi dan mulut ya. Kurangnya kecukupan vitamin pada tubuh membuat gigi jadi rentan goyang akibat kehilangan kemampuan untuk mempertahankan tulang dan jaringan penyokong di mulut. Maka dari itu, pastikan Anda telah menerapkan pola makan sehat dan mengonsumsi air putih agar penyebab gigi goyang dapat diminimalisir.
5. Konsumsi Obat Tertentu
Anda pasti pernah mendengar bahwa kalsium baik untuk pembentukan tulang dan gigi. Mengetahui hal tersebut, banyak orang pun mulai mencari dan mengonsumsi suplemen ataupun susu untuk memenuhi kebutuhan mineral tersebut. Namun, bagaimana kalau penyerapan kalsium pada tubuh terganggu akibat mengonsumsi jenis obat tertentu? Obat anti kejang, seperti fenitoin mampu membuat gigi jadi longgar apabila dikonsumsi jangka panjang. Hal ini disebabkan, obat tersebut menyulitkan tubuh dalam menyerap kalsium. Maka dari itu, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter guna meminimalisir efek kerusakan gigi sejak dini.
6. Hormon Kehamilan
Salah satu penyebab gigi goyang adalah kehamilan. Sebab, saat mengandung, tubuh mengalami kenaikan hormon progesteron dan estrogen yang memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Akibatnya Ibu hamil cenderung mengalami radang gusi di trisemester awal, yang membuat tulang dan jaringan penyokong gigi melonggar. Apabila gusi membengkak dan mudah berdarah selama hamil, sebaiknya periksakan ke dokter gigi untuk mendeteksi kemungkinan adanya permasalahan pada gigi dan mulut.
7. Osteoporosis
Jurnal dari National Institutes of Health (NIH) mengatakan, osteoporosis berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit gusi. Lantaran bifosfonat atau obat yang digunakan untuk mengatasi osteoporosis melalui intravena memicu terjadinya osteonekrosis rahang (kasus gigi lepas). Meskipun kondisi ini jarang terjadi pada orang yang mengonsumsi obat berbentuk pil, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi kepada dokter terkait agar pengobatan yang dijalani saat ini tidak merusak tulang di tulang dan jaringan penyokong dalam mulut.
8. Bruxism
Hal lain yang menjadi penyebab gigi goyang adalah kebiasaan menggertakkan dan menggesekkan gigi yang dilakukan secara tidak sadar (Bruxism). Meskipun tidak terjadi setiap saat, bruxism bisa timbul akibat faktor psikis dan psikologis, misal merasa cemas, tegang, punya gangguan tidur, mengidap penyakit tertentu, atau menerapkan gaya hidup tak sehat. Bila dilakukan secara terus menerus, aktivitas ini membuat permukaan gigi menjadi atrisi atau aus dan memicu komplikasi, seperti nyeri pada sendi rahang, wajah, hingga kepala.
9. Diabetes
Penyakit diabetes yang tidak terkontrol mampu menjadi penyebab gigi goyang. Ini dikarenakan pengidap diabetes memiliki gula darah yang tinggi, yang membuat luka sulit sembuh. Oleh karena itu, lekas pergi ke dokter gigi apabila mengalami tanda-tanda infeksi gigi, seperti pembesaran gusi dan gusi berdarah.
Itu dia 9 penyebab gigi goyang yang perlu Anda perhatikan. Apabila Anda mengalami tanda-tanda gigi goyang, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi profesional dan tepercaya di Jogja, seperti yang tersedia di Opal Dental. Seluruh dokter kami telah memiliki sertifikasi dan kompetensi yang mumpuni di bidangnya, sehingga permasalahan gigi Anda dapat ditangani dengan aman dan nyaman.